Umat Keranjingan Tuhan

MAU KENAL TUHAN? LEWAT GUE AJE

Umat di negeri ini memang lagi keranjingan Tuhan. Sedikit-dikit Tuhan, saat kalah dalam kompetisi, “ini memang Kehendak Tuhan”, dan saat usaha nya lagi surut, warung nya lagi sepi pembeli, mendadak lupa omongan nya sendiri, kesel tiap hari, bete, bini jadi sasaran kesel

Seharusnya jika memang dia ga ngibul dengan ucapan nya, bahwa semua atas Kehendak Tuhan, ya harus jujur dong. Adanya kemenangan, kekalahan, adanya perbedaan pendapat, perbedaan sikap, adanya manusia yang sudah baik, ada yang masih buruk, ada yang masih bodoh, itu semua atas Kehendak Tuhan. Masa iya, hal itu dikarenakan Tuhan kalah lalu kita diminta membela Nya?

“Oh ga bisa, itu memang isyarat dari Tuhan untuk menguji kita, apakah kita peduli dengan Ajaran Nya, dengan Kebenaran Nya?”, lah ga usah jauh-jauh, setiap hari anda juga masih bikin dosa kok. Takut kekurangan rejeki, takut kesehatan nya terpuruk, takut posisi nya di kantor tergeser, katanya percaya pada Sang Maha Rezeki, artinya dengan cara seperti itu saja Tuhan sudah marah. “Ini orang katanya percaya pada Ku sebagai Pengatur Rezeki tapi di tengah lapangan sikut-sikutan, fitnah-fitnahan, bahkan sesama saudara nya sendiri yang sebangsa, bahkan mungkin se merk agama”

Tuhan menolak di musyrikan

Sudah tau Tuhan lah Sang Maha Kuasa yang menolak siapapun ber kongsi kuasa, ini malah ikut-ikutan pengin kuasa, berkuasa, dikuasakan, tersinggung pada siapapun yang merendahkan nya, melemahkan nya, bereaksi, mengepung, menghujat, menghina, dsb. artinya ia tidak rela bahwa hanya Tuhan lah sebenarnya yang berhak sebagai Sang Maha Kuasa, tanpa berkongsi dengan dia

Bilangnya Tuhan Sang Maha Benar, Kebenaran Tuhan tiada batas, lah mendadak dia merasa telah mewakili Tuhan, merasa sang benar dalam segala hal, menolak perbedaan pemikiran, perbedaan sikap, perbedaan cara pandang, perbedaan cara hidup, maunya dia yang ngatur semua nya, apa Tuhan ga murka melihat makhluk lemah kok ikut-ikutan memusyrikan Kebenaran Nya?

Katanyaa, Tuhan Sang Maha Kehendak, hanya Tuhanlah yang Kehendak Nya wajib wujud, lah ini ikut-ikutan musyrik ditengah Kehendak Tuhan, pengin nya semua orang harus mengerti kehendak nya, harus ngikutin kehendak nya, tersinggung, murka ngamuk kalau kehendak orang lain berbeda dengan dia. Tuhan saja tidak murka dengan banyaknya ragam perbedaan ditengah makhluk nya. Ini super sekali, melebihi Tuhan itu sendiri

Tapi begitulah trend di negeri ini, isinya hampir semuanya manusia musyrik yang merampas hak Tuhan dalam Kuasa Nya, Kebenaran Nya serta Kehendak Nya, tapi atas nama merek agama. Agama lah yang dijadikan komoditi sebagai alat untuk memenuhi kepentingan nya sendiri

Pancasila memang tidak mempunyai sistim filsafat. Ranah Pancasila ada pada ranah perbuatan nyata, nyata perbuatan, bukan pada ranah cara pandang yang mampu mem pranata kan kembali dengan nilai-nilai ontologis yang seragam tentang apa itu Tuhan, Ketuhanan, apa itu manusia, nilai baik itu seperti apa, dsb. Karena nya dengan munculnya rumusan sistim filsafat Bhinneka Tunggal Ika yang saya sengajakan untuk menghidupkan Pancasila, yang ialah raga nya, saya berharap bangsa ini kedepan nya, khususnya generasi tunas bangsa memiliki cara pandang yang satu dalam semua ontologi kehidupan

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*