Syiar untuk Kemanusiaan

IKUT MELAKSANAKAN PERDAMAIAN ABADI

Akhir Desember 2021 kemarin, saya tunaikan janji saya saat di acara Simposium Ke Bhinekaan yang diselenggarakan melalui dukungan Walikota Jakarta Utara. Disitu saya katakan, akhir tahun saya akan kumandangkan sistem filsafat kesatuan Bhinneka Tunggal Ika ke tengah dunia filsafat, filsafat dunia

Maka akhir Desember tahun lalu, channel filsafat kesatuan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai sistem baru ditengah pemikiran filsafat mulai tayang di jagad Youtube, dengan nama channel Pustaka Harjuna Academy yang memang isi nya konten yang menggunakan Bahasa Inggris tentu nya. Untuk yang ber Bahasa Indonesia saya pisahkan dalam channel Pustaka Harjuna Info

Apa yang memotivasi saya mensyiarkan sistim filsafat Bhinneka Tunggal Ika ini kepada dunia?

Pertama, saat ini dunia tengah mencari konsep filsafat apa yang bisa dijadikan pijak bagi seluruh umat kemanusiaan, lintas merek agama apapun juga. Mereka nampaknya juga sudah jenuh dengan umat manusia yang ribuan tahun hidup ditengah pembohongan diri mereka sendiri. Merasa kenal Tuhan, yang padahal jika Tuhan itu sendiri muncul dihadapan batang hidungnya, mustahil ia kenal bahwa itu Tuhan. Dan saya optimis, sistim filsafat Bhinneka Tunggal Ika mampu memenangkan posisi paling tidak untuk dilirik serta dipertimbangkan, karena memang sebagai sistim filsafat, ia mempunyai rumusan unik yang belum pernah ada dalam sistim filsafat manapun

Kedua, saya ingin membuka mata mereka bahwa bangsa Indonesia pun mampu melahirkan sistim filsafat yang tidak kalah keren dengan pemikiran ahli filsafat di dunia Barat. Paling tidak dengan lahirnya pengakuan mereka terhadap sistim filsafat kesatuan ini, bangsa Indonesia nama nya dapat terangkat ditengah dunia filsafat, filsafat dunia – sebagai bangsa yang tidak saja dianggap bangsa dagelan yang bisanya cuma ikut-ikutan, tapi tampil sebagai pelopor pemikiran lahirnya kembali peradaban kemanusiaan baru, yang disandarkan kepada pijak sistim filsafat yang mampu menyatukan, merukunkan wujud peradaban dalam satu tatanan cara pandang serta pemikiran

Ketiga, sebelum adanya rumusan sistim filsafat Bhinneka Tunggal Ika yang ialah salah satu pilar kebangsaan, Pancasila belum mempunyai sistim filsafat sebagaimana seharusnya sebuah sistim filsafat. Maka wajar jika ditengah dunia filsafat, tiada pernah muncul matakuliah berjudul Pancasila, atau Pancasila di cantumkan sebagai salah satu pemikiran ditengah dunia filsafat yang dikaji, diuji, dsb. Dengan hadirnya sistim filsafat bagi Pancasila, maka lengkaplah Pancasila saat ini, tidak saja mempunyai pijak normatif yang selama ini diterapkan, tetapi juga pijak filosofis yang tangguh dan siap diuji

Dan tentunya, lengkaplah sudah makna lambang negara Burung Garuda ditengah kita, karena slogan yang tidak sepele dikaki sang Garuda, ialah Bhinneka Tunggal Ika yang justru adalah ruh Pancasila kini telah mampu menghidupkan. Saatnya Garuda mengepak sayap membelah angkasa dunia, saatnya bangsa ku diliat pemikiran nya ditengah dunia, serta mampu ikut melaksanakan wujudnya ketertiban dunia serta perdamaian abadi

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*